Tema
: Remaja harapan bangsa
Hasil yang tidak akan mengkhianati usaha
Nama ku Ayu Pujiastuti,aku tinggal
disebuah desa terpencil bernama Desa Suka Makmur,aku tinggal di keluarga yang
kurang mampu yang pekerjaan ayahku hanyalah seorang nelayan dan ibuku bekerja
sebagai penjual ikan di Pasar ikan.
Setiap hari aku membantu ibuku
berjualan dipasar hasil tangkapan ayah,sejak kecil ayahku selalu mengajarkan
arti pentingnya kerja keras dan sikap tanggung jawab,ayahku selalu mengingatkan
ku untuk beribadah dan jangan lupa bersyukur kepada Allah swt.
Hari ini aku membantu ibuku berjualan
dipasar, ketika sampai dipasar kami menjajakan ikan hasil tangkapan ayahku yang
masih sangat segar, “Ayoo dibeli bu ikannya masi segar-segar lhoo…”kataku
kepada orang-orang yang ada di pasar.”Ikannya berapaan bu?”kata calon pembeli
yang datang menghampiri kami,”ikannya 10.000 bu”jawab ibuku kepada calon
pembeli.”Ohh yasudah saya beli 2 bu ikannya”.segera aku bungkus pesanan pembeli
tersebut.tiba-tiba ada salah seorang teman kelasku yang tidak sengaja melihatku
sedang berjualan,lalu ia datang menghampiriku “ehh… lo ayu kan?lo tukang ikan
disini?Ihh iuhh pantes aja tiap lo masuk kelas ada bau amiss-amis gimana
gitu!”kata Dinda dengan nada kasar menghina ku.”I...i…iyaa din.”jawabku
gugup.”ohh bagus deh kalo gitu berarti
besok gue punya bahan omongan baru di sekolah.udah ya!bye.”omongan dinda yang
sentak membuatku agak takut untuk masuk sekolah besok.
Keesokan harinya,aku memberanikan
diri untuk masuk sekolah sesampainya di sekolah aku langsung memasuki kelasku,aku
melihat kursi tempat duduk ku dipenuhi
dengan tulisan dan ikan-ikan kecil berserakan,seperti tulisan “AYU ANAK
TUKANG IKAN”,”AYU BAU AMIS”,”AYU TUKANG IKAN ”.dan lain-lainnya.sekejap aku
merasa sangat sakit hati melihat kejadian ini aku langsung lari ke taman yang
berada tak jauh dari sekolah,disana aku melihat bu Lili,yaitu guru BK ku sedang
duduk sendirian,lalu aku angsung menghampirinya “Assaamualaikum bu,boleh saya
duduk disebelah ibu?”kataku,”hmm…waalaikumussalam nak,boleh silakan,ada apa?mengapa
wajahmu terlihat bersedih?”kata bu Lili yang memperhatikan wajahku.”h..hmm..bu
bolehkan saya bercerita kepada ibu?”izinku pada bu Lili.”pasti boleh nak,ada
apa?”jawabnya.”Tapi saya mohon bu jangan bicara kepada siapapun mengenai cerita
saya.”kataku.”nak,berikan kepercayaan mu hanya pada orang yang bisa melihat
kesedihan dalam senyum mu,rasa cinta dalam amarahmu dan alasan dalam sikap diam
mu”kata bu Lili sambil memandangi wajahku.”Bu…saya lelah hidup miskin seperti
ini,teman-teman yang melihat saya selalu mengejek saya dengan kata-kata
kasar.saya bosan bu,saya ingin hidup serba berkecukupan bu…kenapa allah tidak
memberiku rizeki yang berlimpah?padahal saya selalu beribadah dan bersyukur kepadanya
bu,apa ini yang disebut kehidupan bu?suatu kali saya pernah merasa sangat
lemah,saya merasa orang paling bodoh bu,saya juga pernah merasa mengapa
kehidupan saya tidak pernah sebahagia teman-teman saya bu?apa tuhan marah pada
saya bu?…”kataku,ibu Lili yang mendengar pertanyaan ku berdiam sejenak dan
berbicara “Nak,kamu tahu?banyak sekali diluar sana yang bahkan lebih kaya dari
kamu tetapi mereka lupa bersyukur kepada allah?mereka lupa dari mana asal
rezeki mereka nak,Allah sudah mengatur segalanya untuk umatnya nak,mungkin
allah hanya tidak ingin hambanya yang solehah ini berpaling padanya ketika kamu
diberikan harta yang berlimpah ruah. Sayangi orang tua mu,tetaplah bersyukur
atas limpahan nikmat yang allah berikan kepada kamu,karena kalau kita mati kita
tidak akan membawa harta benda kita ke dalam kubur,melaikan amal dan perbuatan
yang kita lakukan semasa hidup didunia,ibu yakin selagi kamu mau bekerja keras
dan berbakti kepada orang tua,allah akan mempermudah kamu untuk menuju
kesuksesan yang sangat luar biasa yang tak pernah terbayangkan oleh kamu
sendiri.intinya jangan pernah menganggap bahwa allah tidak adil padamu nak.Terlahir
dari keluarga yang kurang bekecukupan atau tidak mampu bukanlah sebuah dosa
atau kesalahan, namun meninggal dalam keadaan miskin dan tidak memiliki apa-apa
adalah suatu kesalahan besar.”Kata bu Lili,mendengar ucapannya aku langsung
merasa bahwa pemikirikan ku selama ini adalah salah.”KRINGGG…KRINGGG”bel masuk
kelas pun berbunyi aku langsung meminta izin kepada bu Lili untuk masuk ke
kelas,sesampainya dikelas aku membersihkan kursi ku dengan sabun pembersih
untuk menghilangkan bau amis dari ikan kecil-kecil yang ternyata sengaja
ditaruh oleh dinda.
Sesampainya di rumah aku
langsung mengganti pakaian ku dan mengerjakan tugas sekolah yang diberikan oleh
bu Ely.setelah selesai mengerjakan tugas ku, aku berfikir sejenak tentang
omongan bu Lili itu benar yang salah hanyalah aku yang terlalu egois dan
berfikir buruk bahwa allah itu tak adil padaku,aku termotivasi oleh
kata-katanya yang “Terlahir dari keluarga kurang berkecukupan atau tidak mampu
bukanlah sebuah dosa atau kesalahan,namun meninggal dalam keadaan miskin dan
tak mempunyai apa-apa adalah kesalahan terbesar”.tiba-tiba ibuku datang
mengejutkan ku “hush…anak perempuan sore-sore gini kok bengong?ada apa sih
nak?kata ibuku.”hm...hmm gak ada apa-apa kok bu”jawabku dengan nada
halus.”beneran?kok tumben banget anak ibu yang cantik ini bengong?biasanya cuek
bebek sama masalah apapun?cerita dong nak”kata ibuku.”gak papa bu,aku cuma
mikirin nilai rapot ku yang akan dibagikan satu minggu lagi,aku takut membuat
ibuku kecewa dengan hasil nilai rapot ku.”jawabku bohong karena takut membuat
ibuku kecewa dengan hal yang sebenarnya.”kamu tenang aja nak,ibu tidak akan
marah,apapun hasilnya yang terpenting kamu sudah berusaha yang terbaik untuk
mendapatkan hasil yang maksimal,jangan pernah takut untuk gagal nak,karena
kegagalan sesungguhnya adalah jika kamu takut untuk mencoba.”kata ibuku,jawaban
ibuku sentak membuat ku bertambah semangat untuk menjadi aku yang lebih baik.
Tiba waktunya pembagian
rapot,ibuku datang terlambat karena baru pulang dari pasar untuk berdagang.”nak
maafin ibu ya,tadi yang beli rame banget jadi ibu lupa kalau pengambilan rapot
kamu itu jam 8 pagi,dan sekarang udah jam setengah sepuluh.”kata ibuku.”gak
papa bu,yang penting sekarang ibu udah dateng dan Alhamdulillah dagangan
ikannya rame.”kataku sambil memandang wajah ibuku,lalu ibuku masuk ke kelas
untuk mengambil rapot ku,15 menit kemudian ibuku keluar kelas dan menyampaikan
kepada ku bahwa aku mendapatkan ranking 1 dikelas,sungguh bersyukur bisa
mendapatkan juara kelas tapi guruku juga berpesan pada ibuku untuk segera
membayarkan uang SPP yang sudah telat selama 3 bulan.
Hari ke hari berlalu,aku sempat
berfikir untuk berhenti sekolah karena ibu yang tidak mampu membayar uang
sekolahku.dan akhirnya aku dikeluarkan dari sekolah,di rumah aku hanya membantu
ibuku dan ikut ayah ke laut untuk menjaring ikan aku bingung ingin mencari
kerja apa dengan ijazah yang hanya sampai SMP,setiap hari permintaan ikan
semakin bertambah apalagi pemesanan banyak dari luar kota,aku berfikir kalau
ikan-ikan yang dipesan pembeli diluar kota aku kirim melalui kapal pasti
prosesnya lama dan aku tidak mau ikan-ikanku sampai dengan keadaan yang tidak segar.dengan
pemikiran yang matang aku memberanikan diri untuk menghutang di bank sebesar 48
milyar,awalnya bank menolak pengajuannya,namun setelah berbulan-bulan akhirnya
aku berhasil mendapatkan pinjaman,bermodal pinjaman itu aku membangun landasan
udara dan membeli 2 pesawat terbang.berkah dan hikmah datang bersamaan dengan
adanya bencana alam di daerah Aceh,hatiku merasa tergerak untuk menolong para
korban kemudian pergi ke aceh lewat jalur udara meski tadinya hanya berniat
memberikan "jasa pengangkutan korban lewat jalur udara secara gratis"
selama kurang lebih 2 minggu, namun ternyata niat tulusku ini berbuah lain,
beberapa LSM dalam serta luar negeri memintaku agar mau menyewakan pesawatku.dan
dari sinilah kesuksesan ku mengudara dan menyediakan jasa pengangkutan
penumpang serta komoditas hasil perikanan dan kelautan.
Perjuangan dan kerja keras ku selama ini serta
pengalaman ku di bidang perikanan, membuat presiden terpilih Jokowi akhirnya
memutuskan untuk menepatkan ku di kursi kementrian dan menempati posisi Menteri
Kelautan dan Perikanan di kabinet kerja trisakti. Usaha yang selama ini ku
bangun berhasil membangun bisnis perikanan serta transportasi udara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar