Jumat, 28 Oktober 2016

Cerita Pendek tentang Remaja harapan bangsa



Tema : Remaja harapan bangsa


                                  Hasil yang tidak akan mengkhianati usaha



             Nama ku Ayu Pujiastuti,aku tinggal disebuah desa terpencil bernama Desa Suka Makmur,aku tinggal di keluarga yang kurang mampu yang pekerjaan ayahku hanyalah seorang nelayan dan ibuku bekerja sebagai penjual ikan di Pasar ikan.

              Setiap hari aku membantu ibuku berjualan dipasar hasil tangkapan ayah,sejak kecil ayahku selalu mengajarkan arti pentingnya kerja keras dan sikap tanggung jawab,ayahku selalu mengingatkan ku untuk beribadah dan jangan lupa bersyukur kepada Allah swt.

              Hari ini aku membantu ibuku berjualan dipasar, ketika sampai dipasar kami menjajakan ikan hasil tangkapan ayahku yang masih sangat segar, “Ayoo dibeli bu ikannya masi segar-segar lhoo…”kataku kepada orang-orang yang ada di pasar.”Ikannya berapaan bu?”kata calon pembeli yang datang menghampiri kami,”ikannya 10.000 bu”jawab ibuku kepada calon pembeli.”Ohh yasudah saya beli 2 bu ikannya”.segera aku bungkus pesanan pembeli tersebut.tiba-tiba ada salah seorang teman kelasku yang tidak sengaja melihatku sedang berjualan,lalu ia datang menghampiriku “ehh… lo ayu kan?lo tukang ikan disini?Ihh iuhh pantes aja tiap lo masuk kelas ada bau amiss-amis gimana gitu!”kata Dinda dengan nada kasar menghina ku.”I...i…iyaa din.”jawabku gugup.”ohh bagus deh kalo gitu  berarti besok gue punya bahan omongan baru di sekolah.udah ya!bye.”omongan dinda yang sentak membuatku agak takut untuk masuk sekolah besok.

             Keesokan harinya,aku memberanikan diri untuk masuk sekolah sesampainya di sekolah aku langsung memasuki kelasku,aku melihat kursi tempat duduk ku dipenuhi  dengan tulisan dan ikan-ikan kecil berserakan,seperti tulisan “AYU ANAK TUKANG IKAN”,”AYU BAU AMIS”,”AYU TUKANG IKAN ”.dan lain-lainnya.sekejap aku merasa sangat sakit hati melihat kejadian ini aku langsung lari ke taman yang berada tak jauh dari sekolah,disana aku melihat bu Lili,yaitu guru BK ku sedang duduk sendirian,lalu aku angsung menghampirinya “Assaamualaikum bu,boleh saya duduk disebelah ibu?”kataku,”hmm…waalaikumussalam nak,boleh silakan,ada apa?mengapa wajahmu terlihat bersedih?”kata bu Lili yang memperhatikan wajahku.”h..hmm..bu bolehkan saya bercerita kepada ibu?”izinku pada bu Lili.”pasti boleh nak,ada apa?”jawabnya.”Tapi saya mohon bu jangan bicara kepada siapapun mengenai cerita saya.”kataku.”nak,berikan kepercayaan mu hanya pada orang yang bisa melihat kesedihan dalam senyum mu,rasa cinta dalam amarahmu dan alasan dalam sikap diam mu”kata bu Lili sambil memandangi wajahku.”Bu…saya lelah hidup miskin seperti ini,teman-teman yang melihat saya selalu mengejek saya dengan kata-kata kasar.saya bosan bu,saya ingin hidup serba berkecukupan bu…kenapa allah tidak memberiku rizeki yang berlimpah?padahal saya selalu beribadah dan bersyukur kepadanya bu,apa ini yang disebut kehidupan bu?suatu kali saya pernah merasa sangat lemah,saya merasa orang paling bodoh bu,saya juga pernah merasa mengapa kehidupan saya tidak pernah sebahagia teman-teman saya bu?apa tuhan marah pada saya bu?…”kataku,ibu Lili yang mendengar pertanyaan ku berdiam sejenak dan berbicara “Nak,kamu tahu?banyak sekali diluar sana yang bahkan lebih kaya dari kamu tetapi mereka lupa bersyukur kepada allah?mereka lupa dari mana asal rezeki mereka nak,Allah sudah mengatur segalanya untuk umatnya nak,mungkin allah hanya tidak ingin hambanya yang solehah ini berpaling padanya ketika kamu diberikan harta yang berlimpah ruah. Sayangi orang tua mu,tetaplah bersyukur atas limpahan nikmat yang allah berikan kepada kamu,karena kalau kita mati kita tidak akan membawa harta benda kita ke dalam kubur,melaikan amal dan perbuatan yang kita lakukan semasa hidup didunia,ibu yakin selagi kamu mau bekerja keras dan berbakti kepada orang tua,allah akan mempermudah kamu untuk menuju kesuksesan yang sangat luar biasa yang tak pernah terbayangkan oleh kamu sendiri.intinya jangan pernah menganggap bahwa allah tidak adil padamu nak.Terlahir dari keluarga yang kurang bekecukupan atau tidak mampu bukanlah sebuah dosa atau kesalahan, namun meninggal dalam keadaan miskin dan tidak memiliki apa-apa adalah suatu kesalahan besar.”Kata bu Lili,mendengar ucapannya aku langsung merasa bahwa pemikirikan ku selama ini adalah salah.”KRINGGG…KRINGGG”bel masuk kelas pun berbunyi aku langsung meminta izin kepada bu Lili untuk masuk ke kelas,sesampainya dikelas aku membersihkan kursi ku dengan sabun pembersih untuk menghilangkan bau amis dari ikan kecil-kecil yang ternyata sengaja ditaruh oleh dinda.

               Sesampainya di rumah aku langsung mengganti pakaian ku dan mengerjakan tugas sekolah yang diberikan oleh bu Ely.setelah selesai mengerjakan tugas ku, aku berfikir sejenak tentang omongan bu Lili itu benar yang salah hanyalah aku yang terlalu egois dan berfikir buruk bahwa allah itu tak adil padaku,aku termotivasi oleh kata-katanya yang “Terlahir dari keluarga kurang berkecukupan atau tidak mampu bukanlah sebuah dosa atau kesalahan,namun meninggal dalam keadaan miskin dan tak mempunyai apa-apa adalah kesalahan terbesar”.tiba-tiba ibuku datang mengejutkan ku “hush…anak perempuan sore-sore gini kok bengong?ada apa sih nak?kata ibuku.”hm...hmm gak ada apa-apa kok bu”jawabku dengan nada halus.”beneran?kok tumben banget anak ibu yang cantik ini bengong?biasanya cuek bebek sama masalah apapun?cerita dong nak”kata ibuku.”gak papa bu,aku cuma mikirin nilai rapot ku yang akan dibagikan satu minggu lagi,aku takut membuat ibuku kecewa dengan hasil nilai rapot ku.”jawabku bohong karena takut membuat ibuku kecewa dengan hal yang sebenarnya.”kamu tenang aja nak,ibu tidak akan marah,apapun hasilnya yang terpenting kamu sudah berusaha yang terbaik untuk mendapatkan hasil yang maksimal,jangan pernah takut untuk gagal nak,karena kegagalan sesungguhnya adalah jika kamu takut untuk mencoba.”kata ibuku,jawaban ibuku sentak membuat ku bertambah semangat untuk menjadi aku yang lebih baik.

              Tiba waktunya pembagian rapot,ibuku datang terlambat karena baru pulang dari pasar untuk berdagang.”nak maafin ibu ya,tadi yang beli rame banget jadi ibu lupa kalau pengambilan rapot kamu itu jam 8 pagi,dan sekarang udah jam setengah sepuluh.”kata ibuku.”gak papa bu,yang penting sekarang ibu udah dateng dan Alhamdulillah dagangan ikannya rame.”kataku sambil memandang wajah ibuku,lalu ibuku masuk ke kelas untuk mengambil rapot ku,15 menit kemudian ibuku keluar kelas dan menyampaikan kepada ku bahwa aku mendapatkan ranking 1 dikelas,sungguh bersyukur bisa mendapatkan juara kelas tapi guruku juga berpesan pada ibuku untuk segera membayarkan uang SPP yang sudah telat selama 3 bulan.

              Hari ke hari berlalu,aku sempat berfikir untuk berhenti sekolah karena ibu yang tidak mampu membayar uang sekolahku.dan akhirnya aku dikeluarkan dari sekolah,di rumah aku hanya membantu ibuku dan ikut ayah ke laut untuk menjaring ikan aku bingung ingin mencari kerja apa dengan ijazah yang hanya sampai SMP,setiap hari permintaan ikan semakin bertambah apalagi pemesanan banyak dari luar kota,aku berfikir kalau ikan-ikan yang dipesan pembeli diluar kota aku kirim melalui kapal pasti prosesnya lama dan aku tidak mau ikan-ikanku sampai dengan keadaan yang tidak segar.dengan pemikiran yang matang aku memberanikan diri untuk menghutang di bank sebesar 48 milyar,awalnya bank menolak pengajuannya,namun setelah berbulan-bulan akhirnya aku berhasil mendapatkan pinjaman,bermodal pinjaman itu aku membangun landasan udara dan membeli 2 pesawat terbang.berkah dan hikmah datang bersamaan dengan adanya bencana alam di daerah Aceh,hatiku merasa tergerak untuk menolong para korban kemudian pergi ke aceh lewat jalur udara meski tadinya hanya berniat memberikan "jasa pengangkutan korban lewat jalur udara secara gratis" selama kurang lebih 2 minggu, namun ternyata niat tulusku ini berbuah lain, beberapa LSM dalam serta luar negeri memintaku agar mau menyewakan pesawatku.dan dari sinilah kesuksesan ku mengudara dan menyediakan jasa pengangkutan penumpang serta komoditas hasil perikanan dan kelautan.

               Perjuangan dan kerja keras ku selama ini serta pengalaman ku di bidang perikanan, membuat presiden terpilih Jokowi akhirnya memutuskan untuk menepatkan ku di kursi kementrian dan menempati posisi Menteri Kelautan dan Perikanan di kabinet kerja trisakti. Usaha yang selama ini ku bangun berhasil membangun bisnis perikanan serta transportasi udara



Tidak ada komentar:

Posting Komentar